Suatu saat nanti, akan semakin mengiris hati bila pulau jawa yang disebut-sebut sebagai salah satu pulau tersubur di dunia ini, bukan lagi ditumbuhi pohon-pohon besar dan tanaman-tanaman nan hijau, melainkan berubah menjadi bangunan-bangunan besi dan batu yang semakin merajai.
Akankah pemandangan indah akan kesuburan pulau ini hanya tinggal kenangan nantinya? Seperti harimau jawa yang telah punah, terdesak oleh tingkah egoisme manusia?
Lihat saja disekitarmu kawan, sudah berapa banyak lahan hijau yang telah berubah menjadi bangunan-bangunan dari batu?
Tidakkah kau rasakan semakin panasnya udara sekitarmu? tidak sesegar dahulu.
Semakin banyak kendaraan bermotor...
Semakin banyak asap mengudara...
semakin banyak pohon-pohon besi...
semakin luas hutan digunduli...
semakin sering banjir terjadi...
Saya tidak menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini.
tapi bila kita bisa sedikit membuang ego, tentu kita akan bisa berpikir dengan lebih baik... dengan mempertimbangkan apa yang disebut keseimbangan ekosistem... dengan tidak melakukan pembangunan yang membabibuta.
saya jadi ingat sebuah kutipan dari Greenpeace Newsletter... (kalo tidak salah ini kata-katanya orang Indian.)
"Ketika pohon terakhir tumbang, sungai terakhir tercemar, dan ikan terakhir ditangkap, kita akan menyadari bahwa uang tidak bisa kita makan…"
tidakkah ini semua membuat kita sadar?
*Sebuah tulisan, dari seseorang yang tidak ingin alam permai Indonesia punah begitu saja. Dari seseorang yang amat mencintai tanah airnya.





0 komentar:
Poskan Komentar